Minggu, 18 April 2010

Untuk apa kau ada?

Cobalah bertanya "apa"
tentang hal yang tak kau tahu,

Cobalah bertanya "kenapa"
tentang hal yang tak kau mengerti,

Cobalah bertanya "bagaimana"
tentang hal yang selalu ada di benakmu,

Terus
Teruslah bertanya, sayang
Bertanyalah kepada semesta tentang apa yang tak kau sadari,
Bertanyalah sesukamu,

Bertanyalah tentang kegelapan
Tentang kesunyian,
Tentang kehambaran
Tentang kesesakan
Dan tentang kematian

Karena sesungguhnya, kau buta
kau tuli
kau bisu
dan mati

Tak ada apapun,
nol
kau tak punya yang hakiki, sayang

Kau cantik, kau tampan
memangnya kau yang membuat?
Kau kaya
memangnya milikmu?
Kau pintar
memangnya otakmu seberapa besar?
Kau berkuasa
memangnya siapa yang memberimu jabatan?

Bukan salah bunda mengandung jika sahabat kita tidaklah seberuntung itu, sayang...

ini bukan waktumu merajai maupun merendahkan, sayang...
bukan..

Kau tak punya apapun..

Cobalah bertanya kawan,
bertanyalah 'kapan"
untuk sesuatu yang tak sabar kau tunggu,,

bertanyalah sayang,
Bertanyalah sesukamu,

Jangan lagi, sayang...
jangan lagi...

jangan lagi kau berpikir untuk dominasi...

Buang!
Buang jauh-jauh, sayang

Ingat,
waktu akan menggerogotimu,
mengurangi kegagahanmu,
menghabiskan kekayaanmu,
memakan kinerja otakmu,
dan merebut jabatanmu,

Camkan, sayang,
esok hari,
kau keriput,
membungkuk,
lupa, rambutmu memutih,

Ingat, sayang,
esok hari,
kau buta,
kau tuli,
kau bisu,
sedikit demi sedikit,

Lalu kau terlelap,
tak berdaya,
Kau tak lebih berharga daripada seonggok makanan rayap, sayang...
tak lebih...
Kau tak lebih baik daripada pajangan tanah yang tak berbentuk...

tenanglah, 
tak serumit yang kau kira,
semuanya bermuara,
bermuara kepada sebuah pertanyaan, sayang...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar